TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA

Kamis, 24 Januari 2019

Personel Javaretro Band; Zaenal Abidin (kanan depan), Iwan Sunarya (kedua kanan) dan Angga Prasetiya (kedua kiri), bersama Pembina sekaligus pemilik Javaretro Suite & Hotel, Petrus Adamsantosa (belakang)

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Tak ada yang istimewa dari band satu ini. Semuanya biasa-biasa saja. Namun kita baru akan merasa kagum saat melihat mereka tampil live di atas panggung membawakan deretan lagu-lagu all round terkenal yang sudah akrab di teling. Rapi, kompak dan nyaris tak terdengar nada yang sumbang.

Itulah gambaran Javaretro Band, band yang kerap tampil rutin di Javaretro Suite & Hotel di Jalan Cibogo, Pasteur, Kota Bandung. Memang sekilas tak ada yang istimewa, namun ternyata band ini digawangi para anak muda berkebutuhan khusus atau difabel yang namun diberi kelebihan insting musik cukup tinggi sehingga bisa memadu-padankan setiap nada-nada lagu yang dimainkan masing-masing personel dalam sebuah harmoni yang sempurna.

Javaretro Band adalah band yang diinisiasi oleh owner atau pemilik Javaretro Suite & Hotel, Petrus Adamsantosa. Mereka tak hanya sekedar difasilitasi untuk bisa bermain ruitn di Javaretro Suite & Hotel, namun juga diberikan “tempat tinggal” atau mess sehari-hari di Rumah Singgah di Jalah Hercules No 76.

“Tanpa Bapak Adam, kami mungkin tidak bisa seperti ini,” kata personel Javaretro Band, Angga Prasetiya, sang drummer, beberapa waktu lalu.

Angga mengatakan bahwa sebelum band ini terbentuk, mereka merupakan personel yang terpisah-pisah, baik lingkungan bermusik maupun tempat tinggal. Namun berkat “campur tangan” Petrus Adamsantosa. band ini bisa berdiri menjadi sebuah band utuh dengan fasilitas yang benar-benar full.

“Bahkan kami digaji juga bermain musik di hotel Javaretro,” tutur personel lainnya, Zaenal Abidin yang berposisi sebagai gitaris.

Sementara menurut bassis mereka. Iwan Suryana, mereka tidak pernah merasa kekurangan apapun selama dibina oleh Petrus Adamsantosa. Menurutnya, sang pemilik hotel ini selalu memperhatikan apapun kebutuhan mereka.

“Tidak hanya makanan, uang, atau kebutuhan sehari-hari, kami bahkan diberikan tempat tinggal oleh Pak Adam,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, sang pemilik hotel sekaligus pembina Javaretro Band, Petrus Adamsantosa, mengatakan bahwa memberi kebutuhan fisik dan pikiran kepada mereka seperti fasilitas fisik dan juga wifi untuk mereka tetap bisa terus belajar, merupakan hal yang cukup mudah. Justru yang paling rumit adalah memberi kebutuhan nurani mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *